Cerpen Khayalan !
Happy reading :)
Hai,
namaku Kayla roselina. Umurku 16 tahun. Aku pindahan dari SMA 18 dan sekarang bersekolah
di SMA 78. Disekolahku yang baru ini, aku mengenali seorang yang bernama
Firras, aku menganalinya karna aku sering bertemu dengan Firras di
perpustakaan. Aku mencari tahu tentang Firras dari teman-temanku. Dia memang
tidak populer. Ia tampan, tinggi, pinter, dan kutu buku. Teman-teman pada
bilang kalu dia itu kudet, culun dan apalah. Tapi entah kenapa aku menyukai
dirinya. Daripada aku harus menyukai Bryent kapten basket yang di idolakan para
wanita disekolahku. Memang sih Bryent tinggi, tampan, kaya, tapi sifatnya yang
angkuh dan sombong membuatku enggan untuk menyukainya.
Mentari
menampakkan dirinya, aku terbangun karna sinarnya. Bergegas aku mandi, sarapan
dan langsung berangkat sekolah. Disekolah aku berpas-pasan dengan Firras,
jantungku berdegup dengan kencang dan aku berjalan dengan cepat menghindari Firras.
Aku sangat salting didekat dia sampai sesuatu terjadi. Aku menabrak Bryent,
cowok angkuh yang di idolakan pawa wanita disekolah.
“Heh
lo! Kalo jalan liat-liat dong! Punya mata gak sih lo?! Buta kali ya?! Tanggung
jawab lo! Baju gue kotor nih lo tabrak! Sial!” Bentak bryent dengan marah.
“Ya
maaf, gue kan ga sengaja. Lagian baju lu berapa sih? Sini gue laundry!” jawabku
dengan ketus.
“Maaf?
Enak aja lo minta maaf. Baju gue mahal! Lo ga bisa gantiinnya!” bentak Bryent.
“Yaudah
nih, nama toko laundry gue. Lo dateng aja ke situ, buat lo gratis sekalian gue
tanggung jawab!” kataku sembari menyerahkan kartu alamat toko loundryku.
“Huh!” kata bryent sembari berlalu dari hadapan ku
dengan angkuhnya.
Para
wanita disekolah mengikutinya dari belakang sambil menatap kesal diriku. Firras
yang melihat kejadian itu langsung menghampiriku.
“Hey,
lo berani banget ngelawan Bryent. Hebat! Btw, nama lo siapa? Kayanya gue baru
ngeliat lo deh. Anak pindahan ya?” Tanya Firras.
“Ah,
biasa aja. Lagian ngapain coba gue takut sama dia. Manusia ini. Nama gue Keyla
Roselina. Kalo lo? Iya, gue baru pindah bulan kemaren.” Jawab aku.
“Kenalin,
gue Firras Rahmansyah.” Jawab Firras sembari menyodorkan tangannya untuk
kenalan.
“Ya,
salam kenal.” Menjabat tangannya.
“Oh,
iya. Sudah ya, gue ke kelas duluan.” Kata Firras.
“Oke”
jawabku.
Setelah
Firras pergi menghilang dari hadapanku, aku langsung lompat-lompat kegirangan.
Sampai-sampai aku diliatin teman-teman yang ada di tengah lapangan. Segera aku
berlari ke kelas karna bel sudah berbunyi.
Teng
tong.. bel pulang berbunyi, aku segera keluar kelas dan menunggu jemputanku di pagar
luar sekolah. Tiba-tiba aku bertemu Bryent dengan mobil sportnya lewat
didepanku. Bryent meledekku.
“eh
ada anak kampung. Hahahahahaha!!” caci Bryent.
Aku
hanya diam dan mengabaikannya. Jemputanku pun tiba. Aku segera masuk mobil dan
pulang.
Esoknya
aku bertemu Firras dan kita cerita-cerita saja. Aku diajak berkeliling sekolah
sama Firras, sungguh senangnya hatiku. Sejak kejadian itu, aku semakin dekat
dengan Firras. Kami selalu bersama jika kekantin. Bertukar pikiran sampai
teman-teman pada menyangka kalu kita itu pacaran. Rasa ini semakin lama semakin
bertambah, aku semakin berharap padanya.
Minggu,
hari libur. Aku berjanji kepada Firras untuk menemaninya ke toko buku. Aku
berfikir kalau ini adalah sebuah kencan, senangnya. Aku segera mandi dan
berdandan secantik mungkin. Tiga puluh
menit berlalu, Firras menjemputku dengan motor ninjanya.
Setelah
sampai di toko buku, aku dan Firras bertemu dengan Bryent. “Kenapa Bryent bisa
ada di toko buku? Memangnya dia senang membaca buku?” batinku. Aku hanya
melamun melihat Bryent.
“Hey!
Kok melamun sih?” kata Firras menyadarkanku dari lamunan.
“ehh,,
emm. Engga kok, gue gak melamun.” Jawabku.
“Oh,
yaudah yuk. Kita cari novel.” Ajak Firras
‘’Iya.”
Jawabku.
Aku
masih saja memikirkan Bryent, “Sejak kapan ia suka membaca buku? Bukankah dia
tidak pernah tertarik sama sekali dengan buku?” beribu-ribu pertanyaan
mengiang-ngiang dikepalaku.”Loh? kok aku jadi kepikiran dia sih? Duhh, gak
banget deh!” Sudahlah, aku melupakannya saja.
Diam-diam
Bryant memperhatikanku. Ia bertanya-tanya tentang aku pada teman-temanku.
Bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar