Singing Hatsune Miku Welcome To My Blog: Cerpen Khayalan 1

Rabu, 03 Desember 2014

Cerpen Khayalan 1



Cerpen Khayalan ! 
Happy reading :)

Hai, namaku Kayla roselina. Umurku 16 tahun. Aku pindahan dari SMA 18 dan sekarang bersekolah di SMA 78. Disekolahku yang baru ini, aku mengenali seorang yang bernama Firras, aku menganalinya karna aku sering bertemu dengan Firras di perpustakaan. Aku mencari tahu tentang Firras dari teman-temanku. Dia memang tidak populer. Ia tampan, tinggi, pinter, dan kutu buku. Teman-teman pada bilang kalu dia itu kudet, culun dan apalah. Tapi entah kenapa aku menyukai dirinya. Daripada aku harus menyukai Bryent kapten basket yang di idolakan para wanita disekolahku. Memang sih Bryent tinggi, tampan, kaya, tapi sifatnya yang angkuh dan sombong membuatku enggan untuk menyukainya.
Mentari menampakkan dirinya, aku terbangun karna sinarnya. Bergegas aku mandi, sarapan dan langsung berangkat sekolah. Disekolah aku berpas-pasan dengan Firras, jantungku berdegup dengan kencang dan aku berjalan dengan cepat menghindari Firras. Aku sangat salting didekat dia sampai sesuatu terjadi. Aku menabrak Bryent, cowok angkuh yang di idolakan pawa wanita disekolah.
“Heh lo! Kalo jalan liat-liat dong! Punya mata gak sih lo?! Buta kali ya?! Tanggung jawab lo! Baju gue kotor nih lo tabrak! Sial!” Bentak bryent dengan marah.
“Ya maaf, gue kan ga sengaja. Lagian baju lu berapa sih? Sini gue laundry!” jawabku dengan ketus.
“Maaf? Enak aja lo minta maaf. Baju gue mahal! Lo ga bisa gantiinnya!” bentak Bryent.
“Yaudah nih, nama toko laundry gue. Lo dateng aja ke situ, buat lo gratis sekalian gue tanggung jawab!” kataku sembari menyerahkan kartu alamat toko loundryku.
“Huh!”  kata bryent sembari berlalu dari hadapan ku dengan angkuhnya.
Para wanita disekolah mengikutinya dari belakang sambil menatap kesal diriku. Firras yang melihat kejadian itu langsung menghampiriku.
“Hey, lo berani banget ngelawan Bryent. Hebat! Btw, nama lo siapa? Kayanya gue baru ngeliat lo deh. Anak pindahan ya?” Tanya Firras.
“Ah, biasa aja. Lagian ngapain coba gue takut sama dia. Manusia ini. Nama gue Keyla Roselina. Kalo lo? Iya, gue baru pindah bulan kemaren.” Jawab aku.
“Kenalin, gue Firras Rahmansyah.” Jawab Firras sembari menyodorkan tangannya untuk kenalan.
“Ya, salam kenal.” Menjabat tangannya.
“Oh, iya. Sudah ya, gue ke kelas duluan.” Kata Firras.
“Oke” jawabku.
Setelah Firras pergi menghilang dari hadapanku, aku langsung lompat-lompat kegirangan. Sampai-sampai aku diliatin teman-teman yang ada di tengah lapangan. Segera aku berlari ke kelas karna bel sudah berbunyi.
Teng tong.. bel pulang berbunyi, aku segera keluar kelas dan menunggu jemputanku di pagar luar sekolah. Tiba-tiba aku bertemu Bryent dengan mobil sportnya lewat didepanku. Bryent meledekku.
“eh ada anak kampung. Hahahahahaha!!” caci Bryent.
Aku hanya diam dan mengabaikannya. Jemputanku pun tiba. Aku segera masuk mobil dan pulang.
Esoknya aku bertemu Firras dan kita cerita-cerita saja. Aku diajak berkeliling sekolah sama Firras, sungguh senangnya hatiku. Sejak kejadian itu, aku semakin dekat dengan Firras. Kami selalu bersama jika kekantin. Bertukar pikiran sampai teman-teman pada menyangka kalu kita itu pacaran. Rasa ini semakin lama semakin bertambah, aku semakin berharap padanya.
Minggu, hari libur. Aku berjanji kepada Firras untuk menemaninya ke toko buku. Aku berfikir kalau ini adalah sebuah kencan, senangnya. Aku segera mandi dan berdandan secantik mungkin.  Tiga puluh menit berlalu, Firras menjemputku dengan motor ninjanya.
Setelah sampai di toko buku, aku dan Firras bertemu dengan Bryent. “Kenapa Bryent bisa ada di toko buku? Memangnya dia senang membaca buku?” batinku. Aku hanya melamun melihat Bryent.
“Hey! Kok melamun sih?” kata Firras menyadarkanku dari lamunan.
“ehh,, emm. Engga kok, gue gak melamun.” Jawabku.
“Oh, yaudah yuk. Kita cari novel.” Ajak Firras
‘’Iya.” Jawabku.
Aku masih saja memikirkan Bryent, “Sejak kapan ia suka membaca buku? Bukankah dia tidak pernah tertarik sama sekali dengan buku?” beribu-ribu pertanyaan mengiang-ngiang dikepalaku.”Loh? kok aku jadi kepikiran dia sih? Duhh, gak banget deh!” Sudahlah, aku melupakannya saja.
Diam-diam Bryant memperhatikanku. Ia bertanya-tanya tentang aku pada teman-temanku.

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar